Awas, Rahasia Smartphone-mu Dicuri Antena

Prosessor di smartphone tablet ternyata membocorkan sinyal radio yang mengungkap kunci-kunci enkripsi yang dipakai untuk memproteksi data sensitif. Begitu kata Gary Kenworthy, Principal Engineer dari Cryptography Research.

Pada konferensi sekuriti RSA di San Fransisco, AS, Kenworthy mendemokan bagaimana sebuah antena dapat mencuri data dari smartphone. Di atas panggung, dia memegang iPod Touch dan mengarahkannya ke sebuah antenna TV yang berjarak tiga meter.

Waduh, ternyata sinyal yang ditangkap oleh antena dan diarahkan melalui amplifier dan software komputer dapat mengungkap kunci rahasia yang dipakai oleh sebuah aplikasi perangkat untuk mengenkripsi data. Alhasil, seorang penyerang yang punya akses ke kunci ini dapat bertindak sebagai pemilik sah perangkat tersebut dan mengakses e-mail di server perusahaan, misalnya.

Bagaimana cara kerja sebenarnya? Begini. Antena mendeteksi sinyal radio yang bocor dari transistor pada Chip di dalam telepon yang melakukan penghitungan enkripsi. Karena mereka aktif, transistor membocorkan sinyal-sinyal tersebut. Jadi pola sinyal dari Chip memberi tahu si penyadap apa yang sedang dilakukan chip.

Ketika Kenworthy mengatur peralatannya agar mencari tempat yang tepat, sebuah pola yang jelas dan teratur dari gunung dan lembah (peak and through) muncul di layar komputernya. Ada dua versi pola, besar dan kecil, dan langsung berhubungan dengan rangkaian digital 1 dan 0 yang membentuk kunci enkripsi.

“Antena seharusnya tidak bekerja di frekuensi tersebut. Antena ini sudah tersimpan beberapa tahun di gudang dan sedikit bengkok.” Kata Kenworthy. “Kamu bisa menempelkan antena ke bagian sisi mobil van untuk meningkatkan gain-hmm, sekarang kamu bisa menjangkau 10 kaki ke 300 kaki.”

Kenworthy dan Benjamin Jun (Chief Technology Officer Cryptography Research) juga mendemokan bagaimana lengkungan kabel yang didekatkan ke dua model smartphone bisa mencuri kunci-kunci rahasianya. Sinyal dari smartphone HTC Evo 4G itu merupakan transkip langsung dari kunci perangkat, yang digunakan sebagai bagian dari algoritma kriptografi umum yang disebut RSA. Namun para peneliti membutuhkan analistik statis yang lebih kompleks untuk bisa menangkap sebuah kunci dari HTC lainnya yang dipakai sebagai bagian dari skema enkripsi yang dikenal sebagai AES (Advanced Encryption Standard).

Jun mengatakan, kendati teknik penyadapannya berbeda untuk setiap perangkat, semua perangkat yang diuji perusahaannya menghasilkan sinyal-sinyal yang dapat mengungkap kunci-kunci yang seharusnya rahasia. Ada perangkat yang rentan terhadap serangan jarak jauh, seperti didemokan dengan iPod. Namun ada juga, seperti HTC, yang mengharuskan penyerang untuk berdekatan dengan perangkat yang akan disadap.

Ini, kata Jun, menjadi berbahaya jika para penjahat memodifikasi contactless receiver yang digunakan untuk mengumpulan pembayaran dari telepon dengan chip NFC (Near Field Communication). Chip NFC diperkirakan akan banyak dipakai sejumlah smartphone baru yang muncul tahun ini. Maklum, Google dan perusahaan lain sudah mengembangkan sistem pembayaran mobile yang menganut sistem tersebut.

Aplikasi yang digunakan dalam demo dirancang oleh Jun dan Kenworthy sendiri. “Tidak etis jika mendemokan pencurian kunci dari aplikasi perusahaan lain,” Kata Jun. Namun, menurutnya, para peneliti secara sendiri-sendiri juga telah menunjukkan bahwa mereka dapat kunci enkripsi dari sembarang aplikasi atau software mobile.

Gary dan Jun telah menyerahkan detail dari celah yang diungkapnya kepada produsen handset. “Kami telah memberitahu semua vendor dan produsen telepon, dan ada banyak yang sedang dikerjakan terkait hal itu sekarang.” kata Jun. “Saya tidak bisa menyebutkan nama-namanya, tetapi kami sedang bekerja bersama satu produsen tablet dan smartphone besar,” tambahnya.

Modifikasi hardware atau software perangkat mobile bisa mengacaukan sinyal yang ditangkap penyadap. Dan, menurut Jun, banyak dari perangkat pembaca kartu kredit wireless yang sudah menyertakan tindakan pengamanan.
Untuk kasus smartphone dan tablet, upgrade software yang memecah operasi yang menerapkan kunci kriptografi menjadi beberapa bagian yang kemudian disatukan dapat melindungi perangkat yang ada tanpa perubahan hardware. Cuma cara ini butuh biaya sebab chip harus bekerja ekstra. Ini juga berarti tambahan konsumsi daya, yang mungkin tidak disukai beberapa pengembang.

Sumber : Tabloid PCPlus edisi 407

Pendapat saya mengenai artikel ini yaitu:
a. Dalam segi kebahasaan : Gaya bahasa yang dipakai sangat simpel namun tetap dengan tidak mengurangi isi dan maksud materi. Hal ini bagus karena materi yang disampaikan cukup berbobot, bila disampaikan dengan cara yang kaku maka dikhawatirkan para pembacanya akan menjadi bingung.

b. Dalam segi urutan pembahasan : Urutan yang dipakai sudah benar mulai dari pendahuluan, isi, penutup, dan saran. Pendahuluan dimulai dari paragraf 1, isi dimulai dari paragraf 2 sampai 11, penutup berupa kesimpulan pada paragraf 12, dan saran pada paragraf 13.

c. Dalam segi istilah : Banyak istilah-istilah yang dipakai masih dalam bahasa asing tapi tidak sedikit juga istilah-istilah asing yang coba diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia misalnya aplication menjadi aplikasi, peak and through menjadi gunung dan lembah, chryptography menjadi kriptografi.

Ulasan Artikel

SONY XPERIA RAY PONSEL PINTAR NAN MUNGIL

Seperti xperia lainnya, ponsel ini lebih menonjolkan sisi desain.
Sony ericsson kembali menambah jajaran produknya dari keluarga Xperia. Namanyaxperia ray. Seprti kebanyakan seri xperia lainnya telepon seluler cerdas android ini juga lebih menonjolkan sisi desain.

“xperia ray menawarkan desain yang menawan dengan bahan berkualitas premium dan fitur multimedia dari sony,” kata head of marketing sony ericsson indonesia Djunadi Satrio saat peluncuran sony ericsson xperia ray di jakarta, jumat pekan lalu.

Xperia ray diluncurkan sebagai ponsel berdesain minimalis dengan bingkai aluminium yang beri kesan elegan. Ponsel berlayar 3,3 inchi ini semakin terlihat mungil karena ketebalannya hanya 9,4 milimeter.

“Inilah kekuatan desain xperia. Memberi kesan yang wow, tipis, dan warna-warna yang menarik, “ kata Djunadi.

Sebagai ponsel dari keluarga besar sony, xperia ray sudah dilengkapi teknologi layar mobile bravia dari sony. Pengguna bisa menikmati pengalaman menonton yang lebih baik. Layarnya terbuat dari bahan kristal anti gores.

Ponsel xperia ray dilengkapi kamera 8,1 megapixel dengan sensor ponsel exmor R dan fungsi perekam video HD. Sensor ini memungkinkan xperia ray memotret objek saat minim pencahayaan. “misalnya pas dugem, itu kan agak temaram padahal tetap ingin foto – foto,” kata Djunadi.

Xperia ray menggunakan sistem operasi android gingerbread 2.3 dan prosesor 1 GHz. Dilengkapi dengan fitur facebook inside, xperia ray memberikan pengalaman yang unik. Daftar kontak di ponsel bisa diambil langsung dari akun facebook.

Beauty,inside, and out. Begitulah xperia ray memperkenalkan dirinya kepada konsumen. “sistem operasi, kekuatan desain, dan sentuhan sony electronic adalah tiga hal yang tdak ditemukan diponsel lain,” katanya.

Disaat ponsel pintar lain memberikan tampilan layar lebar, ukuran xperia ray justru terlihat mungil.bagi sebagian orang, mungkin ukuran tersebut tidak nyaman dan kurang menarik. Terlebih ketika mengetik di layar yang hanya berukuran 3,3 inchi .

Kecepatan prosesor yang hanya 1GHz juga menjadi bahan pertimbangan. Namun, kata Djunadi, xperia ray sudah pas didukung prosesor 1GHz. “kalau yang 1,7GHz , kami taruh di seri lain,” katanya.

Meski sudah dilengkapi sensor kamera exmor R, yang memungkinkan xperia ray memotret objek dalam situasi minim pencahayaan, masih terdapat beberapa masalah dengan noise saat mengambil gambar.
Layar xperia ray memiliki resolusi yang sama dengan xperia arc, yakni 480 x 854 pixel. Namun, lantaran layarnya hanya berukuran 3,3 inchi, sedangkan arc 4,2 inchi, membuat kepadatan lebih tnggi, sehingga tampilannya menjadi lebih tajam.

Sony ericsson xperia ray tersedia di indonesia mulai oktober ini. Ponsel ini tersedia dalam beberapa pilihan warna, seperti emas, hitam, putih, dan pink. Untuk membawa pulang ponsel ini, anda cukup menukarnya dengan uang Rp.3.099.000.

Sumber: Koran Tempo edisi 13 Oktober 2011

 

Ulasan artikel:
Dalam artikel yang berjudul “ SONY XPERIA RAY PONSEL PINTAR NAN MUNGIL“, kami mendapat kata-kata yang penggunaannya belum tepat atau belum sesuai kaidah penulisan bahasa Indonesia yang benar.
Pada judul terdapat kata “PONSEL”, “NAN”, dan “MUNGIL” disini jelas terlihat penggunaan kata yang sangat tidak baku, seharusnya kata itu lebih tepat jika menggunakan kata “TELEPON GENGGAM”, “YANG”, dan “KECIL”. Namun dengan alasan agar menjadi judul yang menarik untuk dibaca maka digunakan kata-kata yang tidak baku.
Kami menemukan inkonsistensi dalam pemakaian tanda khusus di bahasa asing. Sebagai contoh kata-kata kata Android, prosesor, Megapiksel, Fitur, Ponsel, elegan, antigores, Ghz, Inside tidaka tercetak miring ataupun tanda petik sedangkan kata-kata mobile, dugem, beauty, inside, and out, noise, pink sudah tercetak miring.
Kami menemukan kalimat yang masih rancu penggunaan kerangka kalimat yang benar. Seperti penggunaan adanya subjek, predikat, objek, keterangan. Misalnya dalam pragraf kesepuluh, kalimat pertama, “ Meski sudah dilengkapi kamera Exmor R, yang memungkinkan Xperia ray memotret objek dalam situasi minim pencahayaan, masih terdapat beberapa dengan masalah dengan noise saat mengambil gambar”.
Namun kembali lagi ini adalah sebuah artikel dari media Koran yang dibuat semenarik mungkin untuk dibaca oleh pembacanya. Penggunaan bahasanya pun cukup sederhana, bebas namun tetap komunikatif.

 

Diksi:
a. Head of Marketing = Kepala Pemasaran
b. Jajaran = variasi
c. Minimalis = bersifat kecil
d. Lantaran = karena

Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam

ekonomi islam

Pendahuluan
Dalam literatur Islam, sangat jarang ditemukan tulisan tentang sejarah pemikiran ekonomi Islam atau sejarah ekonomi Islam. Buku-buku sejarah Islam atau sejarah peradaban Islam sekalipun tidak menyentuh sejarah pemikiran ekonomi Islam klasik. Buku-buku sejarah Islam lebih dominan bermuatan sejarah politik.

Kajian yang khusus tentang sejarah pemikiran ekonomi Islam adalah tulisan Muhammad Nejatullah Ash-Shiddiqi yang berjudul, Muslim Economic Thinking, A Survey of Contemporary Literature , dan Artikelnya berjudul History of Islamic Economics Thought . Buku dan artikel tersebut ditulis pada tahun 1976. Paparannya tentang studi historis ini lebih banyak bersifat diskriptif. Ia belum melakukan analisa kritik, khususnya terhadap “kejahatan” intelektual yang dilakukan ilmuwan Barat yang menyembunyikan peranan ilmuwan Islam dalam mengembangkan pemikiran ekonomi, sehingga kontribusi pemikiran ekonomi Islam tidak begitu terlihat pengaruhnya terhadap ekonomi modern. Tulisan ini selain akan memaparkan sejarah pemikiran ekonomi Islam juga akan menyingkap bagaimana transmisi ilmu ekonomi Islam klasik ke dunia Barat (pemikir ekonomi barat) serta bagaimana kontribusi ekonomi Islam terhadap ekonomi modern.

Menurut Muhammad Nejatullah Ash-Shiddiqy, pemikiran ekonomi Islam adalah respons para pemikir muslim terhadap tantangan-tantangan ekonomi pada masa mereka. Pemikiran ekonomi Islam tersebut diilhami dan dipandu oleh ajaran Al-Quran dan Sunnah juga oleh ijtihad (pemikiran) dan pengalaman empiris mereka.

Pemikiran adalah sebuah proses kemanusiaan, namun ajaran Al-quran dan sunnah bukanlah pemikiran manusia. Yang menjadi objek kajian dalam pemikiran ekonomi Islam bukanlah ajaran Al-quran dan sunnah tentang ekonomi tetapi pemikiran para ilmuwan Islam tentang ekonomi dalam sejarah atau bagaimana mereka memahami ajarean Al-Quran dan Sunnah tentang ekonomi. Obyek pemikiran ekonomi Islam juga mencakup bagaimana sejarah ekonomi Islam yang terjadi dalam praktek historis. Dengan demikian, tulisan ini hanya fokus kepada kajian historis, yakni bagaimana usaha manusia dalam menginterpretasi dan mengaplikasikan ajaran Alquran pada waktu dan tempat tertentu dan bagaimana orang-orang dahulu mencoba memahami dan mengamati kegiatan ekonomi juga menganalisa kebijakan-kebijakan ekonomi yang terjadi pada masanya.

Jadi, cakupan sejarah pemikiran ekonomi Islam dalam tulisan ini ialah, pertama, mengkaji bagaimana pemikiran para ilmuwan Islam sepanjang sejarah. kedua, membahas sejarah ekonomi Islam yang terjadi secara aktual.

Apresiasi para sejarawan dan ahli ekonomi terhadap kemajuan kajian ekonomi Islam sangat kurang dan bahkan terkesan mengabaikan jasa-jasa ilmuwan muslim. Hal itu terlihat pada buku-buku sejarah pemikiran ekonomi yang ditulis baik oleh penulis Barat maupun penulis Indonesia. Buku Perkembangan Pemikiran Ekonomi tulisan Deliarnov misalnya, sama sekali tidak memasukkan pemikiran para ekonom muslim di abad pertengahan, padahal sangat banyak ilmuwan muslim klasik yang memiliki pemikiran ekonomi yang amat maju melampaui ilmuwan-ilmuwan Barat, sebagaimana yang akan terlihat nanti pada uraian mendatang. Demikian pula buku sejarah Ekonomi tulisan Schumpeter History of Economics Analysis, dan Sejarah Pemikiran Ekonomi (terjemahan), tulisan penulis Belanda Zimmerman, sama sekali tidak memasukkan pemikiran ekonomi para pemikir ekonomi Islam.

Dengan demikian sangat tepat jika dikatakan bahwa buku-buku sejarah pemikiran ekonomi (konvensional) yang banyak ditulis itu sesungguhnya adalah sejarah ekonomi Eropa, karena hanya menjelaskan tentang pemikiran ekonomi para ilmuwan Eropa.

Sejarah membuktikan bahwa Ilmuwan muslim pada era klasik telah banyak menulis dan mengkaji ekonomi Islam tidak saja secara normatif, tetapi juga secara empiris dan ilmiah dengan metodologi yang sistimatis, seperti buku Ibnu Khaldun (1332-1406) dan Ibnu Taymiyah, bahkan Al-Ghazali (w.1111) Al-Maqrizi . Selain itu masih banyak ditemukan buku-buku yang khusus membahas bagian tertentu dari ekonomi Islam, seperti, Kitab Al-Kharaj karangan Abu Yusuf (w.182 H/798 M), Kitab Al-Kharaj karangan Yahya bin Adam (.w.203 H), Kitab Al-Kharaj karangan Ahmad bin Hanbal (w.221 M), Kitab Al-Amwal karangan Abu ’Ubaid ( w.224 H ), Al-Iktisab fi al Rizqi, oleh Muhammad Hasan Asy-Syabany. (w.234 H).

Masih banyak lagi buku-buku lainnya, baik yang secara khusus berbicara tentang ekonomi ataupun buku-buku fikih yang hanya membahas masalah-masalah hukum ekonomi. Buku-buku tersebut sarat dengan kajian ekonomi, seperti kebijakan moneter, fiskal (zakat dan pakak), division of labour, fungsi uang, mekanisme pasar, monopoli, perburuhan, pengaturan usaha individu dan perserikatan, lembaga keuangan (baitul mal), syairafah (semacam Bank Devisa Islam). Mereka juga ada yang membahas kajian ekonomi murni, ekonomi sosial, ekonomi politik,

Spengler mengungkapkan kajian-kajian mereka sebagaimana yang ditulis Abbas Mirakhor :
”The last three are spanish Muslim with whose works the scholastics were familiar, All these authors date between the ninth through fourteenth centuries. The economic ideas discussed by Spengler as having been dealt with by the Muslim scholars named are ideas on : taxation, market regulation, usury, permissible economic behaviour, wages, price, division of labour, money as medium of axchange and as unit of account, admonition againts debasement of money, coinage, price fluctuations, and finally ethical prescriptions regarding observance of the “mean” in economic behaviour.”

Dari kutipan di atas terlihat bahwa pemikiran ekonomi Islam di zaman klasik sangat maju dan berkembang sebelum para ilmuwan barat membahasnya di abad 18-19. Fakta ini harus diperhatikan para ahli ekonomi kontemporer tidak saja ekonom muslim tetapi juga yang non muslim di seluruh dunia.

Konstribusi Ekonomi Islam untuk Ekonomi Modern
Dalam tiga dekade belakangan ini, kajian dan penelitian ekonomi Islam kembali berkembang. Berbagai forum internasional tentang ekonomi Islam telah sering dan banyak digelar di berbagai negara, seperti konferensi, seminar, simposium, dan workshop. Puluhan para doktor dan profesor ekonomi Islam yang ahli dalam ekonomi konvensional dan syari’ah, tampil sebagai pembicara dalam forum-forum tersebut.

Dari kajian mereka ditemukan bahwa teori ekonomi Islam, sebenarnya bukan ilmu baru ataupun ilmu yang diturunkan secara mendasar dari teori ekonomi modern yang berkembang saat ini. Fakta historis menunjukkan bahwa para ilmuwan Islam zaman klasik, adalah penemu dan peletak dasar semua bidang keilmuan, termasuk ilmu ekonomi.

Karena itu adalah logis, bila Adiwarman Azwar karim, mengatakan bahwa teori-teori ekonomi modern yang saat ini dipelajari di seluruh dunia, merupakan pencurian dari teori-teori yang ditulis oleh para ekonom Barat yang melakukan plagiat tanpa menyebut rujukan yang berasal dari kitab-kitab klasik tentang ekonomi Islam.

Muhammad Nejatullah Ash-Shiddiqy, dalam bukunya Muslim Economic Thingking atau dalam artikelnya History of Islamic Economics Thought belum menjelaskan adanya benang merah antara pemikiran ekonomi Islam yang demikian maju dengan kebangkitan pemikiran ekonomi Barat. Karena itu tulisan ini perlu menunjukkan adanya benang merah tersebut.

Dalam Encyclokipaedia Britania, Jerome Ravetz berkata, ”Eropa masih berada dalam kegelapan, sehingga tahun 1000 Masehi di mana ia dapat dikatakan kosong dari segala ilmu dan pemikiran, kemudian pada abad ke 12 Masehi, Eropa mulai bangkit. Kebangkitan ini disebabkan oleh adanya persinggungan Eropa dengan dunia Islam yang sangat tinggi di Spanyol dan Palestina, serta juga disebabkan oleh perkembangan kota-kota tempat berkumpul orang-orang kaya yang terpelajar

Joseph Schumpeter dalam buku History of Economics Analysis, Oxford University, 1954, mengatakaan, adanya great gap dalam sejarah pemikiran ekonomi selama 500 tahun, yaitu masa yang dikenal sebagai dark ages . Masa kegelapan Barat tersebut sebenarnya adalah masa kegemilangan Islam.

Ketika Barat dalam suasana kegelapan dan keterbelakangan itu, Islam sedang jaya dan gemilang dalam ilmu pengetahuan dan peradaban. The dark ages dan kegemilangan Islam dalam ilmu pengetahuan adalah suatu masa yang sengaja ditutup-tutupi barat, karena pada masa inilah pemikiran-pemikiran ekonomi Islam dicuri oleh ekonom Barat. Proses pencurian itu diawali sejak peristiwa perang salib yang berlangsung selama 200 tahun, yakni dari kegiatan belajarnya para mahasiswa Eropa di dunia Islam.

Transmisi ilmu pengetahuan dan filsafat Islam ke Barat telah dicatat dalam sejarah. Dalam hal ini Abbas Mirakhor menulis,
The transmission mechanism of Islamic sciences and philosophy to the Eoropeans has been recorded in the history of thought of these disciplines. It took a variaty of forms. First, during the late elevent and early twelfth centuries, a band of western scholars such as Constantine the African and Adelard of Bath, travel to Muslim countries, learned Arabic and made studies and brought what they could of the newly acquired knowledge with them back to Eorope. For example, one such student Leonardo Fibonacci or leonardo of Pisa (d.1240) who traveled and studied in Bougie in Algeria in the twelfth century , learned arithmatic and mathematic of Al-Khawarizmi and upon his return he wrote his book Liber Abaci in 1202

Di sinilah terjadi pencurian ilmu ekonomi Islam oleh Barat. Hal ini telah banyak dikupas oleh para sejarahwan. Dari teks di atas dapat diketahuai bahwa dalam abad 11 dan 12 M, sejumlah pemikir Barat seperti Constantine the African dan delard of Bath melakukan perjalanan ke Timur Tengah, belajar bahasa Arab dan melakukan studi serta membawa ilmu-ilmu baru ke Erofa. Leonardo Fibonacci atau Leonardo of Pisa (d.1240), belajar di Bougioe, Aljazair pada abad ke 12. Ia juga belajar aritmatika dan matematikanya Al-Khawarizmi. Sekembalinya dari Arab, ia menulis buku Liber Abaci pada tahun 1202.

Selanjutnya Abbas Mirakhor menyimpulkan, “The importance of this work is noted by Harro Bernardelli (!8) who make a case for dating the beginning of economic analysis in Europe to Leonardo’s Liber Abaci” .

Kemudian banyak pula mahasiswa dari Italia, Spanyol, dan Prancis Selatan yang belajar di pusat kuliah Islam untuk belajar matematika, filsafat, kedokteran, kosmografi, dan ekonomi. Setelah pulang ke negerinya, mereka menjadi guru besar di universitas-universitas Barat. Pola pengajaran yang dipergunakan adalah persis seperti kuliah Islam, termasuk kurikulum serta metodologi ajar-mengajarnya. Universitas Naples, Padua, Salero, Toulouse, Salamaca, Oxford, Monsptellier dan Paris adalah beberapa universitas yang meniru pusat kuliah Islam.

Sejarah juga mencatat bahwa ilmuwan terkemuka Raymond Lily (1223-1315 M), belajar di universitas Islam. Sepulangnya ke Erofa ia banyak menulis tentang kekayaan khazanah keilmuan Islam dan selanjutnya mendirikan The Council of Vienna (1311) dengan lima buah fakultas yang mengajarkan bahasa Arab sebagai mata kuliah utama. Dengan pengusaan bahasa Arab, mereka menerjemahkan karya-kaarya Islam ke bahasa latin.

Salah satu materi yang diterjemahkan adalah berkenaan dengan ilmu ekonomi Islam. Beberapa penerjemah tersebut antara lain, Michael Scot, Hermaan the German, Dominic Gusdislavi, Adelard Bath, Constantine the African, John of Seville, Williem of Luna Gerard of Cremona, Theodorus of Antioch. Alfred of Sareshel dan banyak lagi deretan penerjemah Barat yang tak bisa disebutkan di sini. Tapi, beberapa penerjemah Yahudi perlu juga dipaparkan. Mereka antara lain, Jacob of Anatolio, Jacon ben Macher, Kalanymus ben kalonymus, Moses ben Salomon, Shem Tob ben Isac of Tortosa, Salomon Ibn Ayyub, Todros Todrosi, Zerahoyah Gracian, Faraj ben Salim dan Yacub ben Abbob Marie.

Karya-karya intelektual muslim yang diterjemahkan adalah karya-karya Al-Kindi, Al-Farabi, Ibnu Sina, Al-Ghazali, Ibnu Rusydi, Al-Khawarizmi, Ibnu Haytam, Ibnu Hazam, Jabir Ibnu Hayyan, Ibnu Bajja, Ar-Razi, Abu ‘Ubaid, Ibnu Khaldun, Ibnu Taymiyah, dan sebagainya.

Schumpeter menyebut dua kontribusi ekonom scholastic, Pertama, penemuan kembali tulisan-tulisan Aristoteles tentang ekonomi. Kedua, towering achievement (capaian hebat) St.Thomas Aquinas. Scumpeter menulis dalam catatan kakinya nama Ibnu Sina dan Ibnu Rusydi yang berjasa menjembatani pemikiran Aristoteles ke St. Thomas. Artinya, tanpa peranan Ibnu Sina dan Ibnu Rusydi, St.Thomas tak pernah mengetahui konsep konsep Aristoteles. Karena itu tidak aneh, jika pemikiran St.Thomas sendiri banyak yang bertentangan dengan dogma-dogma gereja sehingga para sejarawan menduga St.Thomas mencuri ide-ide itu dari ekonomi Islam.

Dugaan kuat itu sesuai dengan analisa Capleston dalam bukunya A History of Medieval Philosofy, New York, 1972, “Fakta bahwa St.Thomas Aquinas memetik ide dan dorongan dari sumber-sumber yang beragam, cenderung menunjukkan bahwa ia bersifat eklektif dan kurang orisinil. Sebab kalau kita melihat doktrin dan teorinya, ia sering mengatakan, “ini sudah disebut Ibnu Sina” (Avicenna), atau “ini berasal langsung dari Aristoteles” . Berdasarkan realitas ini kita dapat mengatakan bahwa tak ada sesungguhnya yang orisinil atau istimewa dari St. Thomas tersebut. Sekaitan dengan itu Harris dalam bukunya The Humanities, 1959, menulis, “Tanpa pengaruh peripatetisisme orang Arab, teologi Thomas Aquinas dan pemikiran filsafatnya tak bisa dipahami” .

Beberapa pemikiran ekonomi Islam yang disadur ilmuwan Barat antara lain, teori invisible hands yang berasal dari Nabi Saw dan sangat populer di kalangan ulama. Teori ini berasal dari hadits Nabi Saw. sebagaimana disampaikan oleh Anas RA, sehubungan dengan adanya kenaikan harga-harga barang di kota Madinah. Dalam hadits tersebut diriwayatkan sebagai berikut :

“Harga melambung pada zaman Rasulullah SAW. Orang-orang ketika itu mengajukan saran kepada Rasulullah dengan berkata: “ya Rasulullah hendaklah engkau menetukan harga”. Rasulullah SAW. berkata: ”Sesungguhnya Allah-lah yang menetukan harga, yang menahan dan melapangkan dan memberi rezeki. Sangat aku harapkan bahwa kelak aku menemui Allah dalam keadaan tidak seorang pun dari kamu menuntutku tentang kezaliman dalam darah maupun harta.”

Dengan hadits ini terlihat dengan jelas bahwa Islam jauh lebih dahulu (lebih 1160 tahun) mengajarkan konsep invisible hand atau mekanisme pasar dari pada Adam Smith. Inilah yang mendasasari teori ekonomi Islam mengenai harga. Rasulullah SAW dalam hadits tersebut tidak menentukan harga. Ini menunjukkan bahwa ketentuan harga itu diserahkan kepada mekanisme pasar yang alamiah impersonal. Rasulullah menolak tawaran itu dan mengatakan bahwa harga di pasar tidak boleh ditetapkan, karena Allah-lah yang menentukannya.

Sungguh menakjubkan, teori Nabi tentang harga dan pasar. Kekaguman ini dikarenakan, ucapan Nabi Saw itu mengandung pengertian bahwa harga pasar itu sesuai dengan kehendak Allah yang sunnatullah atau hukum supply and demand.
Maka sekali lagi ditegaskan kembali bahwa teori inilah yang diadopsi oleh Bapak Ekonomi Barat, Adam Smith dengan nama teori invisible hands. Menurut teori ini, pasar akan diatur oleh tangan-tangan tidak kelihatan (invisible hands). Bukankah teori invisible hands itu lebih tepat dikatakan God Hands (tangan-tangan Allah).

Selanjutnya ilmuwan Barat bernama Gresham telah mengadopsi teori Ibnu Taymiyah tentang mata uang (curency) berkulitas buruk dan berkualitas baik. Menurut Ibnu Taymiyah, uang berkualitas buruk akan menendang keluar uang yang berkualitas baik, contohnya fulus (mata uang tembaga) akan menendang keluar mata uang emas dan perak. Inilah yang disadur oleh Gresham dalam teorinya Gresham Law dan Oresme treatise.

St. Thomas menyalin banyak bab dari Al-Farabi. St. Thomas juga belajar di Ordo Dominican mempelajari ide-ide Al-Gazhali. Teori pareto optimum diambil dari kitab Nahjul balaghah, karya Imam Ali. Bar Hebraeus, pendeta Syriac Jacobite Church, menyalin beberapa bab dari kitab Ihya Ulumuddin, karya al-Gahazali. Pendeta Spanyol Ordo Dominican bernama Raymond Martini, menyalin banyak bab dari tahafut al-falasifa, dan Ihya al-Ghazali. Bahkan Bapak ekonomi Barat, Adam Smith (1776) dengan bukunya The Wealth of Nation diduga keras banyak mendapat inspirasi dari buku Al-Amwalnya Abu ‘Ubaid (838). Judul buku Adam Smith saja persis sama dengan judul buku Abu ‘Ubaid yang berjudul Al-Amwal. Hiwalah yang dipraktekkan sejak zaman Nabi, baru dikenal oleh praktisi perbankan konvensional tahun 1980-an dengan nama anjak piutang.

Menurut Dr Sami Hamond, seorang ahli perbankkan dari Yordan, cek pertama ditarik di dunia ini bukan oleh tukang besi Inggris tahun 1675 di London sebagaimana disebutkan dalam textbook Barat, tetapi dilakukan oleh Saifudawlah Al-Hamdani, putra mahkota Aleppo yang berkunjung ke Bagdad pada abad X Masehi. Penukaran mata uang mengakui keabsahan cek yang dikeluarkan putera mahkota karena ia mengenal tanda tangannya. Dalam Encyclopedia of Literates, menurut Hamond, juga diceritakan seorang penyair bernama Jahtha menerima selembar cek yang ia gagal menguangkannya. Ini terjadi juga pada abad ke 10 Masehi. Sejarah itu menunjukkan bahwa pada abad ke 10 yang lalu cek sudah dikenal dalam ekonomi Islam. Seorang pengelana Persia Naser Kashro yang pergi ke kota Bashrah pada abad ke 10 M menceritakan, bahwa uang yang dibawanya diserahkan pada penukar mata uang dan ia menerima kertas berharga, semacam traveller cheques yang dipakai dalam berbelanja

Selain contoh di atas masih banyak lagi konsep ekonomi Islam yang ditiru Barat. Beberapa institusi dan model ekonomi yang ditiru oleh Barat dari dunia Islam adalah syirkah (lost profit sharing), suftaja (bills of excahange), hiwalah (Letters of Credit), funduq (specialized large scale commercial institutions and markets which developed into virtual stock exchange), yakni lembaga bisnis khusus yang memiliki skala yang besar yang dikembangkan dalam pasar modal.

Funduq untuk biji-bijian pertanian dan tekstil ditiru dari Baghdad, Cordova dan Damaskus. Demikian juga darut tiraz (pabrik yang dibangun oleh negara untuk usaha eksploitasi tambang besi dan perdagangan besi) di Spanyol Menurut penjelasan Labib, insitusi yang mirip dengan darut tiraz adalah institusi ma’una, (sejenis bank privasi yang dibangun di dunia Islam ditemukan di di Eropa Tengah dengan nama Maona. Insitusi ini digunakan di Tuscani yang berfungsi sebagai sebuah perusahaan umum yang mengembangkan dan menggali tambang besi serta melakukan perdagangan besi tersebut dalam skala yang amat luas. Selanjutnya wilayatul hisbah, yakni polisi ekonomi (pengawas ekonomi perdagangan) yang sudah ada sejak masa Rasul Saw, juga ditiru oleh Barat.
Indikasi-indikasi lain yang menunjukkan pengaruh ekonomi Islam terhadap ekonomi modern ialah diadopsinya kata credit yang dalam ekonomi konvensional dikatakan berasal dari credo (pinjaman atas dasar kepercayaan). Credo sebenarnya berasal dari bahasa Arab “qa-ra-do” yang secara fikih berarti meminjamkan uang atas dasar kepercayaan.

Teori invisible hands yang dikemukakan oleh Adam Smith diduga keras juga berasal dari teori Islam. Menurut teori ini, pasar akan diatur oleh tangan-tangan tidak kelihatan (invisible hands). Harga barang tidak boleh ditetapkan oleh pemerinth, karena ia tergantung pada hukum supply and demand.
Invisible hands bagaimanapun mengadopsi hadits Rasulullah Saw yang menjelaskan bahwa Allah-lah yang menentukan harga. Bukankah konsep invisible hands ini lebih tepat dikatakan gods hands. Namun demikian, ekonomi Islam masih memberikan peluang pada kondisi tertentu untuk melakukan intervensi harga (price intervention) bila para pedagang melakukan monopoli dan kecurangan yang menekan dan merugikan konsumen. Menurut Ibnu taymiyah, penetapan harga diperlukan untuk mencegah pedagang menjual makanan atau barang dengan harga sesuka hati dan hanya menjual kepada kelompok tertentu saja.
Indikasi kuat peniruan teori invisible hands itu terlihat dari uraian-uraian Adam Smith. Dalam buku monumentalnya The wealth of Nation, ia mengutip buku Dr. Pocock yang menceritakan bagaimana para pedagang muslim ketika mereka memasuki suatu kota untuk berdagang. Mereka mengundang makan orang-orang yang lewat, termasuk orang miskin untuk makan bersama. Menurut Dr. Pocock, mereka makan bersama dan bersila, serta memulai makan dengan ucapan bismillah dan mengakhirinya dengan alhamdulillah.

Dengan kemurahan hati dan kehangatan seperti ini, para pengusaha muslim mendapatkan relasi dan mengundang simpatik para konsumen, sehingga kepentingan bisnis mereka tercapai.

Dalam buku The Wealth of Nation Adam Smith membahas tingkat perekonomian masyarakat. Ia membedakan tingkat perekonomian masyarakat kepada dua kategori, pertama bangsa dengan ekonomi terbelakang dan kedua, bangsa yang ekonominya maju. Masyarakat yang ekonominya terbelakang ditandai dengan mata pencariannya yang tradisional, seperti pemburu. Sedangkan masyarakat ekonomi maju, mata pencariannya adalah berdagang. Contoh masyarakat ekonomi terbelakang adalah masyarakat Indian di Amerika Utara. Sedangkan contoh masyarakat ekonomi maju adalah bangsa Arab.

Bangsa Arab yang dimaksudkan Adam Smith tentunya adalah bangsa pedagang di zaman Rasulullah. Karena dalam penjelasan selanjutnya ia mengatakan bahwa bangsa yang dipimpin oleh Muhammad dan para generasi sesudahnya.

Dari paparan Adam Smith terlihat jelas bahwa ia mengakui keunggulan dan kehebatan ekonomi muslim pada masa lampau. Karena itu kemungkinan besar secara tak langsung ia telah mengadopsi teori-teori ekonomi Islam.

Indikasinya menunjukkan bahwa kemajuan ekonomi Islam zaman pertengahan, sangat terasa di Inggris, tanah kelahiran Adam Smith, bahkan jauh sebelum ia lahir. Pada tahun 774 M, Raja Offa yang di Inggeris ketika itu mencetak koin emas yang merupakan copy langsung (direct copy) dari dinar Islam, termasuk tulisan Arabnya. Semua tulisan di coin (uang logam) itu adalah tulisan Arab, kecuali pada satu sisinya tertulis OFFAREX.

Realitas itu menunjukkan bahwa dinar Islam saat itu merupakan mata uang terkuat di dunia. Selain itu perekonomian umat Islam jauh lebih maju dari Eropa. Hal itu menunjukkan bahwa perdagangan internasional muslim telah menjangkau sampai Eropa Utara.

Pada tahun 1764, Adam Smith melepaskan jabatan guru besar di Glasgow Inggris dan memilih karir barunya sebagai penasehat ekonomi Duke of Buccleuch. Pada periode inilah Smith banyak melakukan perjalanan keluar negeri, terutama ke Perancis. Di sini ia banyak bertemu dengan para filosof terkenal.Smith mulai menulis buku The Wealth of Nations ketika beliau berada di Perancis dan menyelesaikannya tahun 1766, di Kirdcaldy. Dan sepuluh tahun kemudian baru diterbitkan, yakni tahun 1776. Pada masa itu di Eropa telah beredar buku-buku terjemahan karya ekonom muslim.

Bahkan, di Perancis Selatan banyak guru besar dengan menerapkan pola pengajaran yang mereka dapatkan dari negeri-negeri muslim.

Paparan di atas menunjukkan peran ilmuwan muslim sangat signifikan terhadap kebangkitan intelektualisme Eropa, termasuk dalam pemikiran ekonomi. Demikian sekelumit uraian tentang kontribusi pemikiran ekonomi Islam terhadap ekonomi modern.

sumber : http://bmt-link.co.id/sejarah-pemikiran-ekonomi-islam/

Etika Konsumsi dalam Islam

bersyukur

Islam tidak melarang kepada umatnya dalam konsumsi, konsumsi yang dimaksud bukan hanya makan dan minum melainkan konsumsi pada pakaian, perhiasan, gaya hidup dan lain sebagainya. Agar umat Islam tidak terjebak pada sifat konsumen yang berlebihan maka dengan tegas Allah menyatakan bahwa sifat berlebihan termasuk perbuatan syetan. Konsep Ekonomi Islam ,, Konsumsi berlebih-lebihan, yang merupakan ciri khas masyarakat yang tidak mengenal Tuhan, dikutuk dalam Islam dan disebut dengan istilah israf (pemborosan) atau tabzir (menghambur-hamburkan uang/harta tanpa guna).

Penjelasan Menurut Islam, anugerah-anugerah Allah itu milik semua manusia dan suasana yang menyebabkan sebagian diantara anugerah-anugerah itu berada di tangan orang-orang tertentu tidak berarti bahwa mereka dapat memanfaatkan anugerah-anugerah itu untuk mereka sendiri; sedangkan orang lain tidak memiliki bagiannya sehingga banyak diantara anugerah-anugerah yang diberikan Allah kepada umat manusia itu masih berhak mereka miliki walaupun mereka tidak memperolehnya. Dalam Al-Qur’an Allah SWT mengutuk dan membatalkan argumen yang dikemukakan oleh orang kaya yang kikir karena ketidaksediaan mereka memberikan bagian atau miliknya ini.

Bila dikatakan kepada mereka, “Belanjakanlah sebagian rizqi Allah yang diberikan-Nya kepadamu,” orang-orang kafir itu berkata, “Apakah kami harus memberi makan orang-orang yang jika Allah menghendaki akan diberi-Nya makan? Sebenarnya kamu benar-benar tersesat.”

Selain itu, perbuatan untuk memanfaatkan atau mengkonsumsi barang-barang yang baik itu sendiri dianggap sebagai kebaikan dalam Islam, karena kenikmatan yang dicipta Allah untuk manusia adalah ketaatan kepada-Nya Yang berfirman kepada nenek moyang manusia, yaitu Adam dan Hawa, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an:

…dan makanlah barang-barang yang penuh nikmat di dalamnya (surga) sesuai dengan kehendakmu …,

dan yang menyuruh semua umat manusia:
“Wahai umat manusia, makanlah apa yang ada di bumi, dengan cara yang sah dan baik.”

Karena itu, orang Mu’min berusaha mencari kenikmatan dengan mentaati perintah-perintah-Nya dan memuaskan dirinya sendiri dengan barang-barang dan anugerah-anugerah yang dicipta (Allah) untuk umat manusia. Konsumsi dan pemuasan (kebutuhan) tidak dikutuk dalam Islam selama keduanya tidak melibatkan hal-hal yang tidak baik atau merusak. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Katakanlah, siapakah yang melarang (anugerah-anugerah Allah) yang indah, yang Dia cipta untuk hamba-hamba-Nya dan barang-barang yang bersih dan suci (yang Dia sediakan?)”.

Konsumsi berlebih-lebihan, yang merupakan ciri khas masyarakat yang tidak mengenal Tuhan, dikutuk dalam Islam dan disebut dengan istilah isrâf (pemborosan) atau tabzîr (menghambur-hamburkan harta tanpa guna). Tabzir berarti mempergunakan harta dengan cara yang salah, yakni, untuk menuju tujuan-tujuan yang terlarang seperti penyuapan, hal-hal yang melanggar hukum atau dengan cara yang tanpa aturan. Setiap kategori ini mencakup beberapa jenis penggunaan harta yang hampir-hampir sudah menggejala pada masyarakat yang berorientasi konsumer. Pemborosan berarti penggunaan harta secara berlebih-lebihan untuk hal-hal yang melanggar hukum dalam hal seperti makanan, pakaian, tempat tinggal atau bahkan sedekah. Ajaran-ajaran Islam menganjurkan pola konsumsi dan penggunaan harta secara wajar dan berimbang, yakni pola yang terletak diantara kekikiran dan pemborosan. Konsumsi di atas dan melampaui tingkat moderat (wajar) dianggap isrâf dan tidak disenangi Islam.

Salah satu ciri penting dalam Islam adalah bahwa ia tidak hanya mengubah nilai-nilai dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat tetapi juga menyajikan kerangka legislatif yang perlu untuk mendukung dan memperkuat tujuan-tujuan ini dan menghindari penyalahgunaannya. Ciri khas Islam ini juga memiliki daya aplikatifnya terhadap kasus orang yang terlibat dalam pemborosan atau tabzîr. Dalam hukum (Fiqh) Islam, orang semacam itu seharusnya dikenai pembatasan-pembatasan dan, bila dianggap perlu, dilepaskan dan dibebaskan dari tugas mengurus harta miliknya sendiri. Dalam pandangan Syarî’ah dia seharusnya diperlakukan sebagai orang tidak mampu dan orang lain seharusnya ditugaskan untuk mengurus hartanya selaku wakilnya.

Kisah Evolusi Manusia dan Hancurnya Teori Darwin

Subjek yang paling sering diangkat oleh para pembela teori evolusi adalah tentang asal usul manusia. Klaim Darwinis menyatakan bahwa manusia modern hari ini berevolusi dari sejenis makhluk menyerupai kera. Selama proses evolusioner yang dianggap ada ini, yang diperkirakan bermula 4-5 juta tahun yang lalu, diklaim bahwa terdapat sejumlah “bentuk transisi” antara manusia modern dan leluhurnya. Menurut skenario yang sepenuhnya khayalan ini, didaftar empat “kategori” dasar:
1. Australopithecus
2. Homo habilis
3. Homo erectus
4. Homo sapiens

evolusi

Para evolusionis menamakan apa yang disebut sebagai nenek moyang pertama manusia yang menyerupai kera ini “Australopithecus” yang berarti “kera Afrika Selatan”. Makhluk hidup ini sebenarnya tak lebih dari spesies kera kuno yang telah punah. Penelitian yang luas atas beragam spesimen Australopithecus oleh dua ahli anatomi yang terkenal di dunia dari Inggris dan AS, yaitu, Lord Solly Zuckerman dan Prof. Charles Oxnard, telah menunjukkan bahwa mereka tergolong spesies kera biasa yang telah punah dan tidak memiliki kemiripan dengan manusia.

Para evolusionis menggolongkan tahap berikutnya dari evolusi manusia sebagai “homo”, yaitu “manusia”. Menurut klaim evolusionis, makhluk hidup dalam seri Homo lebih maju daripada Australopithecus. Para evolusionis merencanakan sebuah skema evolusi yang fantastis dengan menyusun fosil-fosil yang berbeda dari makhluk-makhluk ini dalam urutan tertentu. Skema ini hanya khayalan karena tidak pernah terbukti bahwa ada hubungan evolusioner antara kelas-kelas yang ber-beda ini. Ernst Mayr, salah satu pembela teori evolusi yang terkemuka pada abad ke-20, mengakui fakta ini dengan mengatakan bahwa “rantai yang mencapai sejauh Homo sapiens benar-benar hilang”.

Dengan menyusun rantai hubungan sebagai “Australopithecus > Homo habilis > Homo erectus > Homo sapiens”, evolusionis menyatakan bahwa masing-masing spesies ini adalah nenek moyang spesies lainnya. Akan tetapi, temuan ahli-ahli paleoantropologi baru-baru ini mengungkapkan bahwa Australopithecus, Homo habilis, dan Homo erectus hidup di belahan bumi yang berbeda pada saat bersamaan.

Bahkan, suatu segmen manusia tertentu yang digolongkan sebagai Homo erectus ternyata hidup hingga zaman modern. Homo sapiens naedertalensis dan Homo sapiens (manusia modern) pernah hidup bersama di wilayah yang sama.

Situasi ini jelas menunjukkan ketidakabsahan klaim bahwa mereka adalah nenek moyang bagi yang lain. Ahli paleontologi dari Universitas Harvard, Stephen Jay Gould, menjelaskan jalan buntu dari teori evolusi ini meskipun ia sendiri seorang evolusionis:

Apa jadinya dengan urutan yang kita susun, jika ada tiga keturunan hominid hidup bersama (A. africanus, A. robustus, dan H. habilis), dan tidak satu pun dari mereka menjadi keturunan dari yang lain? Lagi pula, tidak satu pun dari ketiganya memperlihatkan kecenderungan evolusi semasa mereka hidup di bumi.

Lord Solly Zuckerman, salah satu ilmuwan yang paling terkenal dan dihormati di Inggris, yang melakukan penelitian atas subjek ini selama bertahun-tahun, dan khususnya mempelajari fosil Australopithecus selama 15 tahun, akhirnya menyimpulkan, walau ia sendiri seorang evolusionis, bahwa kenyataannya tidak ada pohon silsilah yang berasal dari makhluk menyerupai kera kepada manusia.

Zuckerman juga menyusun sebuah “spektrum sains” yang menarik. Ia membentuk spektrum sains dari yang dianggapnya ilmiah hingga tidak ilmiah. Menurut spektrum Zuckerman, yang paling “ilmiah” tergantung pada data konkret adalah bidang kimia dan fisika. Setelah itu biologi, kemudian diikuti ilmu-ilmu sosial. Pada ujung berlawanan, yang dianggap paling tidak “ilmiah”, terdapat “Extra Sensory Perception (ESP)” konsep seperti telepati dan indra keenam dan terakhir adalah “evolusi manusia”. Zuckerman menjelaskan alasannya:

Kita kemudian bergerak dari kebenaran objektif langsung ke bidang-bidang yang dianggap sebagai ilmu biologi, seperti extra sensory perception atau interpretasi sejarah fosil manusia. Dalam bidang-bidang ini, segala sesuatu mungkin terjadi bagi yang percaya, dan orang yang sangat percaya kadang-kadang mampu meyakini sekaligus beberapa hal yang saling kontradiktif.

Louis Pasteur menggugurkan klaim bahwa “materi tak hidup dapat menciptakan kehidupan” yang merupakan titik tolak dari teori evolusi, dengan eksperimen yang dilakukannya.

Upaya Alexander Oparin untuk memberikan penjelasan evolusionis tentang asal usul kehidupan berakhir dengan kegagalan besar.

Sebagaimana juga diterima oleh sumber-sumber evolusionis, asal usul kehidupan masih merupakan batu sandungan besar bagi teori evolusi.

Salah satu fakta yang menghapuskan teori evolusi adalah struktur kehidupan yang luar biasa kompleks. Molekul DNA merupakan semacam bank data yang dibentuk dari susunan empat molekul yang berbeda dalam berbagai urutan yang berlainan. Bank data ini mengandung kode-kode dari semua sifat fisik dari makhluk hidup. Jika DNA manusia dituliskan, dikalkulasikan bahwa ini akan berupa sebuah ensiklopedia yang terdiri dari 900 jilid. Tak dipertanyakan lagi, informasi yang begitu luar biasa jelas menyangkal konsep kebetulan.

Sejak awal abad ini, para evolusionis telah mencoba untuk menghasilkan mutasi pada lalat buah, dan mengajukan ini sebagai contoh dari mutasi yang menguntungkan. Namun, satu-satunya hasil yang didapat pada akhir segala upaya yang berlangsung selama beberapa dasawarsa ini adalah lalat-lalat yang rusak, sakit, dan cacat. Di samping adalah kepala dari seekor lalat buah normal dan di kanan adalah kepala dari seekor lalat buah yang mengalami mutasi.

Teori evolusi mengklaim bahwa spesies makhluk hidup secara bertahap berevolusi dari satu ke yang lain. Catatan fosil, bagaimana pun, secara eksplisit menolak klaim ini. Misalnya, pada Periode Kambrium, sekitar 550 juta tahun yang lalu, lusinan spesies yang telah punah total tiba-tiba muncul. Makhluk-makhluk yang dilukiskan pada gambar di atas ini memiliki struktur yang sangat kompleks. Fakta ini, yang disebut sebagai “Ledakan Kambrium” dalam literatur ilmiah, adalah bukti nyata penciptaan.

Catatan fosil muncul seperti barikade besar di hadapan teori evolusi, karena ia menunjukkan bahwa spesies makhluk hidup muncul secara tiba-tiba dan terbentuk sempurna, tanpa bentuk-bentuk transisi evolusioner di antaranya. Fakta ini merupakan bukti bahwa spesies diciptakan secara terpisah.

Kisah evolusi manusia menguap hingga tidak bersisa apa pun kecuali penafsiran penuh praduga dari sejumlah fosil yang ditemukan oleh orang-orang tertentu, yang menganut teori mereka secara membuta.

Kaum evolusionis telah berusaha keras untuk membuktikan kebenaran teori mereka. Namun nyatanya, dengan tangannya sendiri, mereka justru telah membuktikan bahwa proses evolusi adalah mustahil. Kesimpulannya, ilmu pengetahuan modern mengungkapkan fakta yang tak mungkin disangkal berikut ini: Kemunculan makhluk hidup bukanlah akibat faktor kebetulan yang buta, melainkan hasil ciptaan Tuhan.

sumber : Harun Yahya

Genetika dalam Al-Quran

bismillah

Chromosome

Seorang ilmuwan yang penemuannya sehebat Gallileo, Newton dan Einstein yang berhasil membuktikan tentang keterkaitan antara Alquran dan rancang struktur tubuh manusia adalah Dr. Ahmad Khan. Dia adalah lulusan Summa Cumlaude dari Duke University. Walaupun ia ilmuwan muda yang tengah menanjak, terlihat cintanya hanya untuk Allah dan untuk penelitian genetiknya. Ruang kerjanya yang dihiasi kaligrafi, kertas-kertas penghargaan, tumpukan buku-buku kumal dan kitab suci yang sering dibukanya, menunjukkan bahwa ia merupakan kombinasi dari ilmuwan dan pecinta kitab suci.

Salah satu penemuannya yang menggemparkan dunia ilmu pengetahuan adalah ditemukannya informasi lain selain konstruksi Polipeptida yangdibangun dari kodon DNA. Ayat pertama yang mendorong penelitiannya adalah Surat “Fussilat” ayat 53 yang juga dikuatkan dengan hasil-hasil penemuan Profesor Keith Moore ahli embriologi dari Kanada. Penemuannya tersebut diilhami ketika Khatib pada waktu salat Jumat membacakan salah satu ayat yang ada kaitannya dengan ilmu biologi. Bunyi ayat tersebut adalah sebagai berikut: “…Sanuriihim ayatinaafilafaaqi wa fi anfusihim hatta yatabayyana lahum annahu ul-haqq…” Yang artinya; Kemudian akan Kami tunjukkan tanda-tanda kekuasaan kami pada alam dan dalam diri mereka, sampai jelas bagi mereka bahwa iniadalah kebenaran “.

Hipotesis awal yang diajukan Dr. Ahmad Khan adalah kata “ayatinaa”yang memiliki makna “Ayat Allah”, dijelaskan oleh Allah bahwa tanda-tanda kekuasaan-Nya ada juga dalam diri manusia. Menurut Ahmad Khan ayat-ayat Allah ada juga dalam DNA (Deoxyribo Nucleotide Acid) manusia. Selanjutnya ia beranggapan bahwa ada kemungkinan ayat Alquran merupakan bagian dari gen manusia. Dalam dunia biologi dan genetika dikenal banyaknya DNA yang hadir tanpa memproduksi protein sama sekali. Area tanpa produksi ini disebut Junk DNA atau DNA sampah. Kenyataannya DNA tersebut menurut Ahmad Khan jauh sekali dari makna sampah. Menurut hasil hasil risetnya, Junk DNA tersebut merupakan untaian firman-firman Allah sebagai pencipta serta sebagai tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir. Sebagaimana disindir oleh Allah; Afala tatafakaruun (apakah kalian tidak mau bertafakur atau menggunakan akal pikiran?). Ada pemikiran yang mengungkapkan bahwa bila suatu ketika datang serangan dari luar DNA dan Junk DNA tersebut tidak ada, maka akibat fatal akan langsung dirasakan oleh DNA-DNA yang berfungsi sangat vital.

Setelah bekerjasama dengan adiknya yang bernama Imran, seorang yang ahli dalam analisis sistem, laboratorium genetiknya mendapatkan proyek dari pemerintah. Proyek tersebut awalnya ditujukan untuk meneliti gen kecerdasan pada manusia. Dengan kerja kerasnya, Ahmad Khan berupaya untuk menemukan huruf Arab yang mungkin dibentuk dari rantai Kodon pada cromosome manusia. Sampai kombinasi tersebut menghasilkan ayat-ayat Alquran. Akhirnya pada tanggal 2 Januari tahun1999 pukul 2 pagi, ia menemukan ayat yang pertama “Bismillah irRahman ir Rahiim. Iqra bismirrabbika ladzi Khalq”; “bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan”. Ayat tersebut adalah awal dari suratAl-A’laq yang merupakan surat pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad di Gua Hira. Anehnya setelah penemuan ayat pertama tersebut ayat lain muncul satu persatu secara cepat. Sampai sekarang ia telah berhasil menemukan 1/10 ayat Alquran.

Dalam wawancara yang dikutip “Ummi” edisi 6/X/99, Ahmad Khan menyatakan: “Saya yakin penemuan ini luar biasa, dan saya mempertaruhkan karier saya untuk ini. Saya membicarakan penemuan saya dengan dua rekan saya; Clive dan Martin seorang ahli genetika yang selama ini sinis terhadap Islam. Saya menyurati dua ilmuwan lain yang selama ini selalu alergi terhadap Islam yaitu Dan Larhammar dari Uppsala University Swedia dan Aris Dreisman dari Universitas Berlin.

Ahmad Khan kemudian menghimpun penemuan-penemuannya dalam beberapa lembar kertas yang banyak memuat kode-kode genetika rantai kodon pada cromosome manusia yaitu; T, C, G, dan A masing-masing kode Nucleotida akan menghasilkan huruf Arab yang apabila dirangkai akan menjadi firman Allah yang sangat mengagumkan.

Di akhir wawancaranya Dr. Ahmad Khan berpesan “Semoga penerbitan buku saya “Alquran dan Genetik”, semakin menyadarkan umat Islam, bahwa Islam adalah jalan hidup yang lengkap. Kita tidak bisa lagi memisahkan agama dari ilmu politik, pendidikan atau seni. Semoga nonmuslim menyadari bahwa tidak ada gunanya mempertentangkan ilmu dengan agama. Demikian juga dengan ilmu-ilmu keperawatan. Penulis berharap akan datang suatu generasi yang mendalami prinsip-prinsip ilmu keperawatan yang digali dari agama Islam. Hal ini dapat dimulai dari niat baik para pemegang kebijakan (decission maker) yang beragama Islam baik di institusi pendidikan atau pada level pemerintah. Memfasilitasi serta memberi dukungan secara moral dan finansial.

Terbukanya tabir hati ahli Farmakologi Thailand

Profesor Tajaten Tahasen, Dekan Fakultas Farmasi Universitas ChiangMai Thailand, baru-baru ini menyatakan diri masuk Islam saat membaca makalah Profesor Keith Moore dari Amerika. Keith Moore adalah ahli Embriologi terkemuka dari Kanada yang mengutip surat An-Nisa ayat 56 yang menjelaskan bahwa luka bakar yang cukup dalam tidak menimbulkan sakit karena ujung-ujung syaraf sensorik sudah hilang. Setelah pulang ke Thailand, Tajaten menjelaskan penemuannya kepada mahasiswanya, akhirnya mahasiswanya sebanyak 5 orang menyatakan diri masuk Islam.

Bunyi dari surat An-Nisa tersebut antara lain sebagai berkut; “Sesungguhnya orang-orang kafir terhadap ayat-ayat kami, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka, setiap kali kulit mereka terbakar hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain agar mereka merasakan pedihnya azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Ditinjau secara anatomi lapisan kulit kita terdiri atas 3 lapisan global yaitu; Epidermis, Dermis, dan Sub Cutis. Pada lapisan Sub Cutis banyak mengandung ujung-ujung pembuluh darah dan syaraf. Pada saat terjadi Combustio grade III (luka bakar yang telah menembus subcutis) salah satu tandanya yaitu hilangnya rasa nyeri dari pasien. Hal ini disebabkan karena sudah tidak berfungsinya ujung-ujung serabut syaraf afferent dan efferent yang mengatur sensasi persefsi. Itulah sebabnya Allah menumbuhkan kembali kulit yang rusak pada saat ia menyiksa hamba-Nya yang kafir supaya hamba-Nya tersebut dapat merasakan pedihnya azab Allah tersebut. Maha Besar Allah yang telah menyisipkan firman-firman-Nya dan informasi sebagian kebesaran-Nya lewat sel tubuh, kromosom, pembuluh darah, pembuluh syaraf dsb. Rabbana makhalaqta hada batila, Ya…Allah tidak ada sedikit pun yang engkau ciptakan itu sia-sia.

sumber : http://ahmedridho.com, dengan beberapan suntingan

KEPEMIMPINAN ABAD 21

Terjemahan Batten, 1989, Joe D., Tough Minded Leadership, New york: American Management Association, pp. 122-132

BAB 13
KEPEMIMPINAN DI ABAD 21
Bagaimana kita dapat mempertahankan aspirasi kita dan pada saat
Yang sama membangun kekuatan dan semangat untuk menghadapi
Kenyataan dimana tidak ada kemenangan yang mudah?
Satu cara adalah pengakuan yang kuat bahwa
memperjuangkan dunia menjadi lebih baik adalah sesuatu yang panjang.
JOHN GARDNER

Leadership

KEMENANGAN-KEMENANGAN YANG TIDAK MUDAH
Dari kanan dan kiri kita mendengar tangisan kemurungan dan malapetaka tentang masa depan perusahaan-perusahaan amerika. Seni perbaikan cepat dan solusi satu menit berlimpah-limpah. Percobaan-percobaan untuk mengerti dan menandingi si jenius jepang yang produktif berkembang biak seperti kelinci-kelinci. Teori X, Y dan Z, dan lain-lain mengalir. Seringkali gambaran memperlihatkan banyak perusahaan terkenal sebagai raksasa-raksasa penghadang. Yang terbesar adalah pemimpin dengan visi , keberanian, integritas, keuletan, energi dan wawasan dalam berbagai kemungkinan yang menggairahkan dan kemungkinan revolusioner di masa depan. Satu diantara kebutuhan yag paling besar bagi pemimpin sekarang ini adalah kebutuhan untuk mengantisipasi perubahan dan mempersiapkan diri untuk masa depan.
Pemimpin-pemimpin managemen generasi yang akan datang tidak oleh orang yang memiliki gelar master atau lulusan satu atau dua kesarjanaan. Mereka bukan ahli keuangan, sales yang hebat, atau ahli analisis. Mereka adalah orang yang bisa mempengaruhi orang lain, yang dapat bekerja sama dengan banyak individu yang mempunyai bermacam-macam sifat dan pengalaman dan mampu menjadikan suatu kelompok yang bersatu dengan tujuan yang sama.

INTEGRITAS YANG MENYELURUH
Kualitas pikiran kita hanya akan sebagus kualitas atau integritas kepercayaan dan nilai-nilai kita. Tentu saja nilai total yang kita sempurnakan adalah sejumlah nilai yang kita dengar.
Apakah kita meletakkan etika dan gengsi begitu sering, seperti dorongan yang tidak pernah berakhir untuk kesenangan yang lebih besar, lebih banyak waktu luang dan lebih banyak uang? Apakah masyarakat bisnis membantu integritas negara atau berbalik memasuki kelesuan? Tanpa petunjuk-petunjuk positif dan gubernur-gubernur yang terjatuh karena integritas personal, mampukah kita menemukan diri kita sendiri dalam lingkungan pusat ketamakan diri? Sudahkah kita diturunkan ke bawah oleh sifat ketamakan dalam skandal yang besar (untuk contoh, kejahatan insider trading Wall Street pada tahun 1987)?

Adakah dalam kenyataaannya integritas dalam transaksi bisnis yang tidak disertai atau diikuti oleh pelayanan yang sangat bagus? Ketamakan dan kebaikan dari pelayanan sederhana tidak berhubungan. Pemimpin yang kuat mengambil langkah untuk meyakinkan bahwa organisasi di pandu oleh kriteria etika sebersih kristal dalam semua area dan tingkatan. Berikut adalah saran – saran Saya (penulis):
1. Saya akan hidup dengan alasan bahwa untuk kelangsungan bisnis saya dan menjadi eksekutif yang baik, saya harus membuat produk dengan kualitas terbaik mungkin dengan biaya yang minim, memasarkannya secara kompetitif, dan memperoleh keuntungan optimum yang sah.
2. Saya akan mengakui bahwa sumber daya terbesar dalam bisnis saya adalah anggota tim dan kawan-kawan saya.
3. Saya akan menolak mengambil keuntungan pada suatu situasi yang bisa merugikan reputasi perusahaanku.
4. Saya akan menolak mengambil keuntungan dari suatu kesempatan bisnis jika akan melanggar moral, budaya dan peraturan hukum yang saya percaya menjadi dasar kehidupan sosial.
5. Saya akan selalu mencari jawaban yang positif, konstruktif, dan membangun untuk mengatasi problem anggota tim saya. Saya akan menunjukkan kepercayaan diri saat krisis.
6. Saya akan berusaha mengembangkan kejujuran untuk menegakkan hukum; tujuan saya lebih penting daripada peraturan.
7. Saya akan mempraktekkan –batasan peraturan- membangun keterusterangan, pengertian dan membantu dengan sepenuhnya pada semua yang bertanya.
8. Saya akan mendiskusikan masalah-masalah dengan jujur dan perhitungan, menyelesaikannya dan mengatasinya untuk menjadi pengetahuan dan kemampuan terbaik. Saya akan bertanya dan mendengarkan.
9. Saya akan manunjukkan bahwa persaingan dan kerjasama membangun negara kita dan saya harus membantu untuk selalu eksis hingga masa yang akan datang.
10. Saya akan percaya bahwa 10 peraturan hukum akan menjadi petunjuk hukum dan inspirasi saya.
Pemimpin yang kuat terlihat dalam segala perspektif. Mereka tahu bahwa harga utama harus bagaimana dibayar. Mereka tahu bahwa kepalsuan berakhir hingga seseorang membangun hidupnya dalam perputaran sistem nilai yang berani, berhati-hati, berbagi, ia akan dengan mudah menuju kepalsuan dan kehilangan keberadaan.

Kenyataannya pria atau wanita yang ingin memimpin dibantu dengan prinsip-pronsip di bawah ini:
a. Banyak melayani
b. Banyak mengerti
c. Banyak keberanian
d. Banyak berbagi
e. Banyak wawasan
f. Banyak harapan
g. Banyak memberi
h. Banyak hidup
i. Banyak cinta
j. Banyak tumbuh
k. Banyak memperkuat dan memperbaharui
l. Banyak mencoba
m. Mencari peluang dan kesempatan
n. Mempunyai perasaan senang
o. Mempunyai program fisik, mental, psikis yang spesifik
p. Mencatat penilaian orang lain sebagai dasar kelemahan mereka – untuk mengevaluasi disamping potensi kekuatan dan peluang mereka.

Kebenaran dan etika dapat menjadi kekuatan ketika mereka memusatkan dan mencoba dengan efektif. Banyak pikiran kebahagiaan untuk pemimpin:
• Berpikit apa yang seseorang dapat kerjakan, dan seharusnya dikerjakan, lebih baik daripada keburukan yang dapat dikerjakan atau mungkin dikerjakan
• Jarang atau tidak ada perencanaan dapat mengacaukan
• Menjauhi godaan dengan cermat untuk membangun dengan cepat. Membuat keterusterangan dan keterbukaan dihargai.
• Menyatakan bahwa kamu mempunyai kepercayaan diri dan siap setiap waktu bertemu atasan.
• Mengingat bahwa kehangatan dan keluwesan yang nyata tidak dapat ditunjukkan selama kamu tidak dapat menguasai diri sendiri
• Memberi kebebasan. Belajar untuk menghargai hak.
• Jangan buta dengan orang lain tetapi harus tahu siapa yang telah membantu kamu.
• Mencoba untuk membangun citra diri dengan tindakan yang positif. Jika kamu telah mencoba untuk mengesankan orang-orang dengan merendahkan nilai, tunggu!
• Mempunyai kemauan untuk mengubah yang dapat diubah, ketenangan menghadapi yang tidak dapat, dan kesabaran untuk mengetahui perbedaan
• Menjadi berempati dengan orang lain.
Bagaimana pemimpin dapat mencapai integritas? Menemukan keefektifan, disiplin diri, dan kamu akan seperti menemukan seseorang yang:
• Menemukan komitmen dan memberikan loyalitas
• Menepati jadwal
• Sehat fisik, mental dan spiritual
• Mengerti dan merasa baik dirinya
• Individu yang kuat (integritas sama dengan kuat)
• Bekerja dengan hasil, tidak aktivitas
• Menjaga kebenaran dengan cermat
• Memperbaiki kelemahan diri dan mengoptimalkan kekuatan diri
• Mengetahui kreatifitas yang baik tidak mungkin tanpa kerja keras dan usaha berkesinambungan
• Meningkatkan kesehatan dan stamina
• Dapat mengidentifikasi dan mengatasi hal-hal yang sepele
• Mempunyai hubungan pribadi yang bahagia
• Selalu berempati
• Menghindari pengaruh politik
• Memupuk persahabatan, memberikan contoh dan membangun hubungan kerja yang komunikatif
• Tidak mengendorkan toleransi dengan yang lain
• Mendiskusikan kesulitan dengan segera
• Menemukan pusat masalah dan menyelesaikannya
• Tidak toleransian dengan hilangnya integritas
Integritas tidak hanya kata yang indah. Itu penting, hasil dan substansi dari semua yang bermanfaat.

MENJADI ORANG BESAR

Pemimpin hari ini dan yang akan datang harus seseorang yang besar. Hal itu bukan berarti berat secara fisik. Saya mengartikan pemimpinan yang mempunyai tujuan, visi, impian, komitmen dan dedikasi yang luas. “Apa pekerjaan saya” enam belas CEO membicarakan tentang karir dan komitmen mereka, Thomas R. Horton bersama Richard A. Zimmerman, ketua dan CEO Harshey Foods:
Diantara CEO yang saya tahuKebanyakan orang-orang yang sukses mempunyai pandangan yang sangat positif. Setiap CEO telah menjadi cheerleader. Pada saat itu kamu akan merasa bahwa kamu dapat menunjukkan sebuah seri skenario kemalangan untuk perusahaanmu, dan dengan segera kamu ada di posisi terbesar untuk mengerjakan itu; kamu masih menjadi cheerleader pada sebagian waktumu…….Ya, kita tahu itu akan dipikirkan, tetapi cepat dapatkan itu! Kamu selalu membutuhkan perhatian seseorang yang mempunyai banyak atribut yang saya lihat di sebagian besar CEO.

Penting sealu mempunyai visi yang akan dituju dan CEO terbaik selalu mempunyai visi.
Marisa Bellisario, CEO Persatuan Telekomunikasi Italiana, percaya:
Selalu banyak jalan yang saya ambil………….setiap saya melakukan pekerjaan, saya tidak pernah berpikir saya tidak dapat melakukan itu?
Pemimpin yang kuat merasa, menunjukkan dan mengekspresikan kepercayaan diri! Mereka senang dengan berbagi kekuatan, autoritas dan kepercayaan.

Portia Isaacson, Intellisis CEO, mengatakan:
Saya yakin bahwa bagi banyak orang tindakan saya pada permulaaan intellisys adalah aneh….. Saya kelihatan dapat benar-benar gagal, namun saya kira saya tak peduli. Saya tidak memikirkan semua itu. Ttidak berakibat padaku bahwa kami bisa gagal.

Eksekutif yang kuat seharusnya membutuhkan pengertian yang dalam tentang “berpikir positif”. Hal ini berarti lebih dari sekedar mengerti untaian kata-kata. Pemimpin harus bisa mempertimbangkan implikasi-implikasi khusus dan ini harus dipunyai pemimpin masa depan. Robert H. Waterman, Jr, mengatakan:
Sebuah sikap yang disebut FUD – Ketakutan, ketidakpastian dan keraguan—adalah kebalikan dari optimisme yang kuat yang diperbaharui secara terus menerus.
Waterman juga berkata:
Tidak ada pemberhentian IBM, kebijakan tenaga kerja, seperti perusahaan itu sendiri, adalah optimisme yang kuat dalam tindakan. Hal ini berdasarkan pada penghormatan pribadi, suatu ajaran yang melekat dalm budaya perusahaan dan dipusatkan pada semua pembuat keputusan manajemen.

Seperti raksasa, perubahan yang sangat penting dari G force yang telah lalu menjadi G force masa depan yang terbentang. Hadiah terbesar akan selalu menjadikan anda pemimpin. Semua pertumbuhan adalah pertumbuhan itu sendiri. Semua tim G yang positif memimpin manajemennya sendiri. Kamu dapat mengatakan dengan keras, mereka ingin mendengar apa yang kamu katakan!

Warren Bennis percaya bahwa:
Yang pertama, pemimpin yang benar memimpin dengan integritas penuh, dimana karir dan kehidupan personal mereka selalu baik dan harmonis.

Pemimpin merupakan kedudukan penting di dalam suatu organisasi, dimana kesuksesan suatu organisasi sangat bergantung dari semua keputusannya dan caranya memimpin para bawahannya. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mengerti keadaan sekitar baik lingkungan internal maupun external organisasi.

Sumber : http://edu-articles.com/kepemimpinan-abad-21-1/#more-89
Dengan beberapa editan

Teori-Teori Organisasi

Organisasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah (1) kesatuan (susunan dsb) yg terdiri atas bagian-bagian (orang dsb) dll perkumpulan dsb untuk tujuan tertentu; (2) kelompok kerja sama antara orang-orang yg diadakan untuk mencapai tujuan bersama.

Organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi dalam arti statis (sebagai sesuatu yang tidak bergerak/diam), dan organisasi dalam arti dinamis (organisme sebagai suatu organ yang hidup, suatu organisme yang dinamis/proses kerjasama antara orang-orang yang tergabung dalam suatu wadah tertentu untuk mencapai tujuan bersama seperti yang telah ditetapkan secara bersama pula).

Organisasi ditandai adanya kepemimpinan, dan hal ini termasuk kedalam salah satu faktor penting bagi keorganisasian, seperti ungkapan Davis yang menyebutkan bahwa “Organization is any group of individual that is working toward some common end under leadership.”(organisasi adalah suatu kelompok orang yang sedang bekerja ke arah tujuan bersama dibawah kepemimpinan (Davis, 1951,).
organisasi
Teori organisasi adalah suatu konsepsi, pandangan, tinjauan, ajaran, pendapat atau pendekatan tentang pemecahan masalah organisasi sehingga dapat lebih berhasil bahkan pada gilirannya organisasi dapat mencapai sasaran yang ditetapkan, adapun yang dimaksud masalah itu sendiri adalah segala sesuatu yang memerlukan pemecahan dan pengambilan keputusan.

Masalah yang dihadapi oleh organisasi sangat kompleks dari setiap masalah organisasi yang sangat kompleks itu memunculkan berbagai kajian untuk lebih memahami efektifitas organisasi. Dari usaha intelektual itu kemudian berkembanglah berbagai teori organisasi dengan berbagai kaidah dan rumusnya.

Ada 9 macam teori organisasi yaitu teori organisasi klasik, teori organisasi birokrasi, teori organisasi human relations, teori organisasi perilaku, teori proses, teori organisasi kepemimpinan, teori organisasi fungsi, teori organisasi pembuatan keputusan dan teori organisasi kontingensi.

1. Teori Organisasi Klasik
Teori organisasi klasik disebut juga teori organisasi tradisional, teori organisasi spesialisasi, atau teori struktural. Ada 10 macam prinsip organisasi diantaranya : (1) prinsip penetapan tujuan yang jelas; (2) prinsip kesatuan perintah; (3) prinsip keseimbangan; (4) prinsip pendistribusian pekerjaan; (5) prinsip rentangan pengawasan; (6) prinsip pelimpahan wawasan; (7) prinsip departementasi; (8) prinsip penetapan pegawai yang tepat; (9) prinsip koordinasi dan (10) prinsip pemberian balas jasa yang memuaskan.

2. Teori Birokrasi
Pada dasamya teori organisasi birokrasi menyatakan bahwa untuk mencapai tujuan, organisasi harus menjalankan strategi sebagai berikut:
a. Pembagian dan penugasan pekerjaan secara khusus
b. Prinsip hierarki atau bawahan hanya bertanggung jawab kepada atasannya langsung.
c. Promosi didasarkan pada masa kerja dan prestasi kerja, dan dilindungi dari pemberhentian sewenang-wenang dan yang demikian disebut prinsip loyalitas.
d. Setiap pekerjaan dilaksanakan secara tidak memandang bulu, tidak membeda-bedakkan status sosial, tidak pilih kasih. Strategi ini dinamakan prinsip impersonal
e. Tiap-tiap tugas dan pekerjaan dalam organisasi dilaksanakan menurut suatu sistem tertentu berdasarkan kepada data peraturan yang abstrak. Strategi ini dinamakan prinsip uniformitas

3. Teori Human Relations
Teori ini disebut juga teori hubungan kemanusiaan, teori hubungan antara manusia, teori hubungan kerja kemanusiaaan atau the human relations theory. Suatu hubungan dikatakan hubungan kemanusiaan apabila hubungan tersebut dapat memberikan kesadaran dan pengertian sehingga pihak lain merasa puas. Pengertian tersebut dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu hubungan manusia secara luas dan secara sempit. Dalam arti luas hubungan kemanusiaan adalah hubungan antara hubungan seseorang dengan orang lain yang terjadi dalam suatu situasi dan dalam semua bidang kegiatan atau kehidupan untuk mendapatkan suatu kepuasan hati.

4. Teori Organisasi perilaku
Teori ini disebut merupakan suatu teori yang memandang organisasi dari segi perilaku anggota organisasi. Teori ini berpendapat bahwa baik atau tidaknya, berhasil tidaknya organisasi mencapai sasaran yang telah ditetapkan berasal dari para anggotanya.

5. Teori Organisasi Proses
Suatu teori yang memandang organisasi sebagai proses kerjasama antara kelompok orang yang tergabung dalam suatu kelompok formal. Teori ini memandang organisasi dalam arti dinamis, selalu bergerak dan didalamnya terdapat pembagian tugas dan prinsip-prinsip yang bersifat umum (Universal).

6. Teori Organisasi Kepemimpinan
Teori ini beranggapan bahwa berhasil tidaknya organisasi mencapai tujuan tergantung sampai seberapa jauh seorang pemimpin mampu mempengaruhi para bawahan sehingga mereka mampu bekerja dengan semangat yang tinggi dan tujuan organisasi dapat dicapai secara efisien dan efektif, adapun sedikitnya kajian atas teori organisasi yang berhubungan dengan masalah kepemimpinan dapat dibedakan atas:
a. Teori Otokratis
b. Teori Demokrasi
c. Teori kebebasan (Teory laissez fairre)
d. Teori Patnernalisme
e. Teori Personal atau pribadi.
f. Teori Non-Personal

7. Teori Organisasi Fungsi
Fungsi adalah sekelompok tugas atau kegiatan yang harus dijalankan oleh seseorang yang mempunyai kedudukan sebagai pemimpin atau manager guna mencapai tujuan organisasi. Sekelompok kegiatan yang menjadi fungsi seorang pemimpin atau manager terdiri dari kegiatan menyusun perencanaan (Planning), pengorganisasian (Organizing), pemberian motifasi atau bimbingan (Motivating), pengawasan (Controlling), dan pengambilan keputusan (Decision making).

8. Teori Pengambilan Keputusan
Teori ini berlandaskan pada adanya berbagai keputusan yang dibuat oleh para pejabat disetiap tingkatan, baik keputusan di tingkat puncak yang memuat ketentuan pokok atau kebijaksanaan umum, keputusan di tingkat menengah yang memuat program-progam untuk melaksanakan keputusan adminitratif, maupun keputusan di tingkat bawah.

9. Teori Kontingensi (Teori Kepentingan)
Teori ini berlandaskan pada pemikiran bahwa pengelolaan organisasi dapat berjalan dengan baik dan lancar apabila pemimpin organisasi mampu memperhatikan dan memecahkan situasi tertentu yang sedang dihadapi dan setiap situasi harus dianalisis sendiri.

Dari semua teori ini, tidak satu teori pun yang dianggap paling lengkap atau paling sempurna, teori-teori itu satu sama lain saling mengisi dan saling melengkapi. Teori dianggap baik dan tepat apabila mampu memperhatikan dan menyesuaikan dengan lingkungan dan mampu memperhitungkan situasi-situasi tertentu.

Analisis Keindahan Gereja Katedral

BANGUNAN besar nan kukuh berdiri megah di seputaran Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, ini selalu menarik perhatian. Bangunan itu persis berhadapan dengan Masjid Istiqlal, Jakarta.
Dari kejauhan, menara ini seakan muncul dari balik puncak-puncak hijaunya pohon. Gereja yang diresmikan pada 1901 berdasarkan arsitektur bergaya neogotik dari Eropa ini menjadi salah satu bangunan ibadah yang memiliki pesona dan karisma tersendiri di Ibu Kota.

Keindahan arsitektur gereja semakin terasa ketika memasuki halaman utama, kesan lapang terasa kental. Putih alami dinding gereja membuat nuansa klasik mengusik siapa pun yang datang untuk beribadah atau sekadar berjalan-jalan menikmati keindahan bangunan yang dirancang Pastor Antonius Dijkmans ini.
Peletakan batu pertama bangunan ini dilakukan Provicaris Carolus Wenneker. Dari bagian depan Katedral, tepatnya di atas pintu masuk, terdapat tiga puncak menara yang menjulang tinggi. Masing-masing menara memiliki nama dan makna tersendiri. Menara kecil di tengah-tengah atap dengan sebuah ukiran lingkaran di bawahnya dinamakan Menara Angelus Dei.

Sementara itu, dua menara dengan tinggi 60 meter dari atas tanah, di sisi kanan dan kiri Angelus Dei, masing- masing dinamakan Benteng Daud dan Menara Gading. Secara umum, Katedral dibangun menyerupai salib berukuran raksasa, dengan panjang 33 x 17 meter. Ruang altar dibuat setengah lingkaran, sedangkan ruang utama dihiasi enam tiang berukuran raksasa yang menjulang menyentuh langit-langit.

Keindahan bangunan ibadah ini semakin terasa dengan langit-langit yang dibuat melengkung dari kayu jati berwarna cokelat mengkilap. Kesan agung dan sakral semakin terasa ketika menginjakkan kaki di pintu masuk. Ditempat ini, terdapat batu pualam putih yang menempel di dinding, yang bertuliskan Marius Hulswit architectus erexit me 1899-1901, yang berarti “aku didirikan oleh arsitek Marius Hulswit pada 1899-1901”.

Denah dasar gereja ini bisa ditemukan di ruang museum sekarang ini. Suasana di dalam gereja yang memiliki tiga lonceng berinskripsi dengan bahasa Latin tersebut akan semakin sakral ketika pendar-pendar matahari menembus kaca jendela yang didesain berukuran besar khas bangunan Eropa. Dari kaca patri beraneka warna akan terpantul kilau keemasan matahari.

Keindahan interior gereja dipadukan cahaya matahari yang masuk lewat kaca jendela, membuat pengunjung betah berlama-lama. Tidak jauh dari pintu masuk utama, bagi pengunjung yang ingin menyaksikan koleksi-koleksi benda bersejarah dan antik milik gereja, bisa naik ke lantai dua dengan menyusuri tangga yang terbuat dari kayu jati.

Di sepanjang dinding tangga menuju ruang museum, pengunjung dimanjakan dengan keberadaan foto-foto bersejarah yang menggambarkan proses pembangunan gereja dari awal hingga kondisi Jakarta tempo dulu.

Disunting dari naskah di http://lifestyle.okezone.com

Budaya Korupsi Cermin Bangsa ?

Budaya Korupsi Cermin Bangsa ?

Kata korupsi sudah sangat melekat di benak kita. Mendengar kata tersebut secara otomatis menimbulkan konotasi atau pemahaman yang negatif di pikiran kita. Korupsi berasal dari bahasa latin yaitu ‘corruptio’. Kata ini berasal dari kata kerja ‘corrumpere’ yang artinya busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok.

Transparency International menerjemahkan korupsi sebagai bentuk perilaku atau tingkah laku dari pejabat publik, politikus atau politisi, pegawai negeri sipil yang dilakukan secara tidak wajar atau illegal dengan tujuan untuk memperkaya diri atau orang-orang yang dekat dengan mereka, dengan cara menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.

Penyebab terjadinya korupsi karena (1) kekuasaan terkonsentrasi pada pengambil keputusan yang tidak bertanggung jawab langsung kepada rakyat , seperti yang sering terlihat di rezim-rezim yang bukan demokratik; (2) tidak adanya transparansi di pengambilan keputusan pemerintah; (3) biaya politik yang mahal, dengan pengeluaran lebih besar dari pendanaan politik yang normal; (4) proyek yang melibatkan uang rakyat dalam jumlah besar; (5) lingkungan tertutup yang mementingkan diri sendiri dan jaringan “teman lama”; (6) lemahnya ketertiban hukum; (7) lemahnya profesi hukum; (8) kurangnya kebebasan berpendapat atau kebebasan media massa; (9) gaji pegawai pemerintah yang sangat kecil; (10) rakyat yang cuek, tidak tertarik, atau mudah dibohongi yang gagal memberikan perhatian yang cukup ke pemilihan umum; (11) ketidakadaannya kontrol yang cukup untuk mencegah penyuapan atau “sumbangan kampanye”.

Beberapa jenis tindak pidana korupsi antara lain : (1) memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan); (2) penggelapan dalam jabatan; (3) pemerasan dalam jabatan; (4) ikut serta dalam pengadaan (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara); (5) menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara).

Tindak pidana korupsi seperti yang telah disebutkan di atas sangat rentan terjadi di jajaran pemerintahan (birokrasi) dan legislatif. Mulai dari level atas sampai dengan bawah memberikan peluang terjadinya korupsi. Apalagi pasca reformasi, merebaknya kebijakan otonomi daerah memberikan peluang kepada daerah-daerah untuk memisahkan diri dari pusat dan membentuk wilayah baru dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bila dilihat dari sisi positifnya, kebijakan tersebut memberikan kesempatan kepada daerah untuk mengelola daerahnya sendiri dan mendapatkan hasil dari sumber daya yang ada (sumber daya manusia dan sumber daya alam), memperluas kesempatan kerja dengan adanya instansi-instansi pemerintahan maupun swasta, memberikan peluang dunia usaha baru bagi masyarakat daerah. Kesemuanya itu bertujuan untuk meningkatkan perekonomian daerah.

Namun sisi negatifnya, apabila daerah tidak mampu membiayai sendiri daerahnya malahan membebani APBN. Peluang terciptanya raja-raja kecil justru merugikan masyarakatnya sendiri. Kapasitas sdm yang belum memadai menjadi beban bagi daerah karena kekurangan tenaga ahli. Ditambah lagi dengan pilkada (pemilihan kepala daerah) yang terus-menerus terjadi hampir di seluruh Indonesia semakin membebani APBN. Disini justru peluang terjadinya korupsi semakin besar.

Korupsi di Indonesia telah merajalela terutama sejak kemimpinan Soeharto. Budaya korupsi yang telah mendarah daging selama lebih dari 30 (tiga puluh) tahun ternyata tidak mudah diberantas seperti membalikkan telapak tangan. Penyalahgunaan kekuasaan semasa kepemimpinan Soeharto mengakibatkan terjadinya korupsi di jajaran pemerintahan mulai dari level atas sampai dengan bawah.

Terjadinya gerakan reformasi pada tahun 1998, merupakan suatu bentuk aksi protes masyarakat yang diwakili mahasiswa untuk menjatuhkan rezim orde baru yang terkenal sarat dengan KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme). Namun, sayangnya pasca reformasi upaya ini masih belum berhasil. Karena semakin banyaknya kasus korupsi yang terjadi di jajaran pemerintahan (eksekutif) dan DPR/DPRD (legislatif).

Upaya untuk mengungkap kasus korupsi ini masih belum sepenuhnya dilakukan. Terbukti masih banyak kasus-kasus lama –salah satunya kasus mantan presiden Soeharto yang tidak dapat dituntaskan sampai dengan meninggalnya– yang belum selesai ditambah lagi kasus-kasus baru yang belum tertangani.

Proses pergantian kepemimpinan sebanyak empat kali pasca reformasi 1998, mulai dari BJ. Habibie, Gus Dur, Megawati, dan SBY belum mampu mengatasi persoalan korupsi ini. Perilaku korupsi yang sulit diberantas ini mulai dari jajaran atas sampai dengan jajaran bawah di pemerintahan, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi bagaikan ‘lingkaran setan’ yang tidak ada ujungnya.

Korupsi yang telah terjadi dan menumpuk-numpuk ini menempatkan Indonesia menjadi negara terkorup dengan urutan 130 dari 163 negara pada tahun 2006 4. Kondisi ini sungguh memprihatinkan karena korupsi yang terjadi menyebabkan kemiskinan dan pengangguran semakin bertambah. Cita-cita kemerdekaan untuk “menciptakan kesejahteraan masyarakat Indonesia yang adil dan merata”, hanya merupakan slogan kosong tanpa makna. Hal ini terjadi karena perilaku dari aparat pemerintahan sendiri. Maka dengan ini dibutuhkan kesadaran bersama antara pemerintah/aparat dan masyarakat untuk saling mengawasi, melaporkan dan menindak perilaku korup ini.

Diambil dari : http://www.politik.lipi.go.id

« Older entries
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.